<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Weblog</title>
	<atom:link href="http://cahyonosetiawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahyonosetiawan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Feb 2009 06:47:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cahyonosetiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1e952dca4873b87fe4061329eac3c823?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Weblog</title>
		<link>http://cahyonosetiawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cahyonosetiawan.wordpress.com/osd.xml" title="Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cahyonosetiawan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN</title>
		<link>http://cahyonosetiawan.wordpress.com/2009/02/02/berdoa-dengan-mengangkat-tangan/</link>
		<comments>http://cahyonosetiawan.wordpress.com/2009/02/02/berdoa-dengan-mengangkat-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 06:47:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdur Rahman el-Fatih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyonosetiawan.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa. Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda. &#8220;Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyonosetiawan.wordpress.com&amp;blog=3169279&amp;post=42&amp;subd=cahyonosetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-43" title="doa" src="http://cahyonosetiawan.files.wordpress.com/2009/02/doa.jpg?w=510" alt="doa"   />Oleh<br />
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih</p>
<p>Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.</p>
<p>Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.<br />
&#8220;Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa&#8221;. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Doa 2/78 No. 1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68. Musnad Ahmad 5/438. Dishahihkan Al-Albani, Shahih Sunan Abu Daud].<br />
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa lafazh hayyun berasal dari lafazh haya&#8217; yang bermakna malu. Allah memiliki sifat malu yang sesuai dengan keagungan dzat-Nya kita beriman tanpa menggambarkan sifat tersebut. Lafazh kariim yang berarti Maha Memberi tanpa diminta dan dihitung atau Maha Pemurah lagi Maha Memberi yang tidak pernah habis pemberian-Nya, Dia dzat yang Maha Pemurah secara mutlaq. Lafazh an yarudahuma shifron artinya kosong tanpa ada sesuatu. (Mur&#8217;atul Mafatih 7/363).<br />
<span id="more-42"></span><br />
Dari Anas Radhiyalahu &#8216;anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak berdoa dengan mengangkat tangan kecuali dalam shalat Istisqa. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa' 2/12. Shahih Muslim, kitab Istisqa' 3/24].</p>
<p>Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa hadits tersebut tidak menafikan berdoa dengan mengangkat tangan akan tetapi menafikan sifat dan cara tertentu dalam mengangkat tangan pada saat berdoa, artinya mengangkat tangan dalam doa istisqa&#8217; memiliki cara tersendiri mungkin dengan cara mengangkat tangan tinggi-tinggi tidak seperti pada saat doa-doa yang lain yang hanya mengangkat kedua tangan sejajar dengan wajah saja.</p>
<p>Berdoa dengan mengangkat tangan hingga sejajar dengan kedua pundak tidaklah bertentangan dengan hadits di atas sebab beliau pernah berdoa mengangkat tangan hingga kelihatan putih ketiaknya, maka boleh mengangkat tangan dalam berdoa hingga kelihatan ketiaknya, akan tetapi di dalam shalat istisqa dianjurkan lebih dari itu atau mungkin pada shalat istisqa kedua telapak tangan diarahkan ke bumi dan dalam doa selainnya kedua telapak tangan diarahkan ke atas langit.</p>
<p>Imam Al-Mundziri mengatakan bahwa jika seandainya tidak mungkin menyatukan hadits-hadits diatas, maka pendapat yang menyatakan berdoa dengan mengangkat tangan lebih mendekati kebenaran sebab banyak sekali hadits-hadits yang menetapkan mengangkat tangan dalam berdoa, seperti yang telah disebut Imam Al-Mundziri dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Muhadzdzab dan Imam Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad. Adapun hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari &#8216;Amarah bin Ruwaibah bahwa dia melihat Bisyr bin Marwan mengangkat tangan dalam berdoa, lalu mengingkarinya kemudian berkata : &#8220;Saya melihat Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak lebih dari ini sambil mengisyaratkan jari telunjuknya. Imam At-Thabari meriwayatkan dari sebagian salaf bahwa disunnahkan berdoa dengan mengisyaratkan jari telunjuk. Akan tetapi hadits di atas terjadi pada saat khutbah Jum&#8217;at dan bukan berarti hadits tersebut menafikan hadits-hadits yang menganjurkan mengangkat tangan dalam berdoa. [Fathul Bari 11/146-147].<br />
Akan tetapi dalam masalah ini terjadi kekeliruan, sebagian orang ada yang berlebihan dan tidak pernah sama sekali mau meninggalkan mengangkat tangan, dan sebagian yang lainnya tidak pernah sama sekali mengangkat tangan kecuali waktu-waktu khusus saja, serta sebagian yang lain di antara keduanya, artinya mengangkat tangan pada waktu berdoa yang memang dianjurkan dan tidak mengangkat tangan pada waktu berdoa yang tidak ada anjurannya. Imam Al-&#8217;Izz bin Abdussalam berkata bahwa tidak dianjurkan mengangkat tangan pada waktu membaca doa iftitah atau doa diantara dua sujud. Tidak ada satu haditspun yang shahih yang membenarkan pendapat tersebut.</p>
<p>Begitupula tidak disunahkan mengangkat tangan tatkala membaca doa tasyahud dan tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan kecuali waktu-waktu yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam untuk mengangkat tangan. [Fatawa Al-Izz bin Abdussalam hal. 47].</p>
<p>Syaikh Bin Bazz berkata bahwa dianjurkan berdoa mengangkat tangan karena demikian itu menjadi penyebab terkabulnya doa, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.<br />
&#8220;Artinya : Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu kepada hamba-Nya yang mengankat kedua tangannya (meminta-Nya), Dia kembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa&#8221;. [Hadits Riwayat Abu Dawud].<br />
Dan sanda Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.<br />
&#8220;Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman seperti memerintahkan kepada para rasul, Allah berfirman.</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah&#8221;. [Al-Baqarah : 172].</p>
<p>Dan firman Allah : &#8220;Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;. [Al-Mukminuun : 51]</p>
<p>Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang lusuh mengangkat kedua tangannya ke arah langit berdoa : &#8216;Ya  Rabi, ya Rabbi  tetapi makanannya haram,  minumannya haram dan pakaiannya haram serta darah dagingnya tumbuh dari yang haram, bagaimana doanya bisa dikabulkan .?&#8221; [Shahih Muslim, kitab Zakat 3/85-86]<br />
Tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan bila Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak mengangkat kedua tangannya pada waktu berdoa seperti berdoa pada waktu sehabis salam dari shalat, membaca doa di antara dua sujud dan membaca doa sebelum salam dari shalat serta pada waktu berdoa dalam khutbah Jum&#8217;at dan Idul fitri, tidak pernah ada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengangkat tangan pada waktu waktu tersebut.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah panutan kita dalam segala hal, apa yang ditinggalkan dan apa yang dilaksanakan semuanya suatu yang terbaik buat umatnya, akan tetapi jika dalam khutbah Jum&#8217;at khatib membaca doa istisqa&#8217;, maka dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallah &#8216;alaihi wa sallam. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa', bab Jamaah Mengangkat Tangan Bersama Imam 2/21].</p>
<p>Dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa setelah shalat sunnah tetapi lebih baik jangan rutin melakukannya karena Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak rutin melakukan perbuatan tersebut dan seandainya demikian, maka pasti kita menemukan riwayat dari beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam terlebih para sahabat selalu menyampaikan segala tindakan dan ucapan beliau baik dalam keadaan mukim atau safar.</p>
<p>Adapun hadits yang berbunyi :<br />
&#8220;Artinya : Shalat adalah ibadah yang membutuhkan khusyu&#8217; dan berserah diri, maka angkatlah kedua tanganmu dan ucapkanlah : Ya Rabbi, ya Rabbi&#8221;. [Hadits Dhaif, Fatawa Muhimmmah hal. 47-49].<br />
Dan tidak dianjurkan mengangkat tangan dalam membaca doa thawaf sebab Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berkali-kali melakukan thawaf tidak ada satu riwayatpun yang menjelaskan bahwa beliau berdoa mengangkat tangan pada saat thawaf.</p>
<p>Sesuatu yang terbaik adalah mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan sesuatu yang terburuk adalah mengikuti perbuatan bid&#8217;ah.</p>
<p>Cara mengangkat tangan dalam berdoa.<br />
Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan dalam berdoa adalah kedua tangan diangkat hingga sejajar dengan kedua pundak, dan beristighfar berisyarat dengan satu jari, adapun ibtihal (istighasah) dengan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi. [Sunan Abu Daud, bab Witir, bab Doa 2/79 No. 14950. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud].</p>
<p>Imam Al-Qasim bin Muhammad berkata bahwa saya melihat Ibnu Umar berdoa di Al-Qashi dengan mengangkat tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya. [Dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/147.  Dinisbatkan kepada AL-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad tetapi tidak ada].</p>
<p>Ketahuilah bahwa doa Istisqa&#8217; memiliki dua cara<br />
Pertama.<br />
Mengangkat kedua tangan dan mengarahkan kedua telapak tangan ke wajah, berdasarkan dari Umair Maula Abi Al-Lahm bahwa dia melihat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berdoa istisqa di Ahjari Zait dekat dengan Zaura&#8217; sambil berdiri  mengangkat kedua telapak tangannya tidak melebihi di atas kepalanya dan mengarahkan kedua telapak tangan ke arah wajahnya. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].</p>
<p>Kedua<br />
Mengangkat tagan tinggi-tinggi dan mengarahkan luar telapak tangan ke arah langit dan dalam telapak tangan ke arah bumi. Dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berdoa saat istisqa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan mengarahkan telapak tangan sebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih ketiaknya. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].</p>
<p>________________________________________<br />
Disalin dari buku Jahalatun nas fid du&#8217;a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 61-69 terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin Lc.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyonosetiawan.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyonosetiawan.wordpress.com&amp;blog=3169279&amp;post=42&amp;subd=cahyonosetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyonosetiawan.wordpress.com/2009/02/02/berdoa-dengan-mengangkat-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86ec2554081b375867e1119d7ab4c646?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdur Tahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahyonosetiawan.files.wordpress.com/2009/02/doa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YAHUDI AKAN TERBASMI, INSYA ALLAH [HADITS TENTANG PERANG MELAWAN YAHUDI]</title>
		<link>http://cahyonosetiawan.wordpress.com/2009/01/08/home/</link>
		<comments>http://cahyonosetiawan.wordpress.com/2009/01/08/home/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 09:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdur Rahman el-Fatih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahyonosetiawan.wordpress.com/2009/01/08/home/</guid>
		<description><![CDATA[Diantara hal yang membuat hati kaum Mukminin tenteram dan karenanya mereka semakin yakin ialah ; bahwa negeri yang menjadi tempat berkumpulnya bebagai macam suku Yahudi Dunia, yang kemudian secara zalimdan bathil dinamakan negara Israel, adalah negara yang akan musnah dan terhapus dari muka bumi. Saya tidak katakan tanggal sekian dan tanggal sekian seperti yang dilakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyonosetiawan.wordpress.com&amp;blog=3169279&amp;post=20&amp;subd=cahyonosetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara hal yang membuat hati kaum Mukminin tenteram dan karenanya mereka semakin yakin ialah ; bahwa negeri yang menjadi tempat berkumpulnya bebagai macam suku Yahudi Dunia, yang kemudian secara zalimdan bathil dinamakan negara Israel, adalah negara yang akan musnah dan terhapus dari muka bumi. Saya tidak katakan tanggal sekian dan tanggal sekian seperti yang dilakukan secara tidak benar oleh sebagian orang yang memiliki semangat menggebu. Bisa jadi waktunya akan datang sebelum ramalan mereka jatuh tempo, dan itu tidak sulit bagi Allah. Ya, bias jadi (waktunya akan datang) jauh sebelum itu. &#8220;Artinya : Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabb-mu kecuali Dia&#8221; [Al-Muddatstsir : 31]<span id="more-20"></span> Tidak ada yang mengetahui kecuali Dia Yang Maha Tahu dan Maha Waspada. Karena itulah ada tokoh politik (Muslim) kontemporer yang mengatakan :&#8221;Sesungguhnya perdamaian kita bersama Yahudi hanya semata-mata perdamaian politis, bukan keyakinan&#8221;. Sesunguhnya ada beberapa riwayat hadits Nabi yang shahih dan tegas, bahwa petempuran besar (melawan bangsa Yahudi-pen) akan terjadi, pasti. Dan bahwa kalimat Tauhid pasti akan mengalahkan orang-orang Yahudi tersebut, baik majikan-majikan maupun budak-budaknya (para pemimpinnya maupun pengikut-pengikutnya -pen). Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu &#8216;anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda. &#8220;Artinya : Kalian akan memerangi bangsa Yahudi sampai seseorang di antara mereka bersembunyi di belakang batu. Maka batu itu berkata : Wahai hamba Allah, ini di belakangku ada Yahudi, bunuhlah !&#8221;. Imam Bukhari dan Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda. &#8220;Artinya : Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum kaum Muslimin memerangi orang-orang Yahudi. Kemudian kaum Muslimin membunuh mereka sampai orang Yahudi bersembunyi di belakang batu atau pohon. Maka batu -atau- pohon itu berkata : Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini di belakangku ada Yahudi, kemarilah lalu bunuhlah. Kecuali pohon Gharqad (sebuah pohon berduri yang dikenal dikalangan bangsa Yahudi), sesungguhnya Gharqad itu adalah salah satu pohon bangsa Yahudi&#8221;. Dua riwayat di atas adalah riwayat paling kuat dan paling shahih yang di satu sisi menjelaskan pasti dan benar-benarnya kejadian perang melawan Yahudi, sedangkan di sisi lain menjelaskan tentang yakin (pasti)nya kemenangan di tangan kaum Muslimin. Riwayat tersebut -segala puji bagi Allah, dan dengan taufiq-Nya amat sangat jelas, jelas dan jelas. Tidak perlu komentar dan tidak membutuhkan keterangan. Dalam dua nash di atas terdapat berbagai pentunjuk manhaji (bersifat manhaj/bersifat ajaran), yang paling menonjol di antaranya adalah dua hal : Pertama. Berkaitan dengan awalnya, yaitu perkataan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam kepada para sahabat :&#8221;Kalian pasti akan memerangi (orang Yahudi). Sabda ini memberi petunjuk yang tegas bahwa masa depan hanya untuk Islam saja -bi idznillah-, akan tetapi tentu Islam yang sesuai dengan manhaj Salaf. [Lihat : Basha'ir Dzawisy Syaraf Bisyarhi Marwiyyaati Manhajis Salaf, karya Syaikh Salim al-Hilali hal. 151-165]. Kedua. Berkaitan dengan akhirnya, yaitu sabda Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam ketika menceritakan perkataan pohon atau batu : &#8220;Wahai Muslim, wahai hamba Allah!&#8221;. Kisah ini menunjukkan bahwa manhaj Tarbawi Ishlahi (pola pendidikan yang bertujuan perbaikan) yang tegak berdasarkan realisasi tauhid dan peribadatan adalah betul-betul memiliki kesiapan untuk menegakkan syari&#8217;at Allah di muka bumi dan untuk memulai kehidupan baru dengan kehidupan Islami yang sesuai dengan pola kenabian. [Lihat pula : Madaarij al-Ubudiyah min Hadyi Khairil Bariyyah karya Syaikh Salim al-Hilali hal. 145-153]. Di sana ada riwayat lemah -dari berbagai periwayatan- yang tersebar di tengah-tengah masyarakat dan bergulir di kalangan orang-orang khusus dan orang-orang awam, yang wajib diungkap dan dijelaskan (yaitu) : Riwayat Ibnu Sa&#8217;d dalam &#8220;Tahabaqat&#8221;nya VII/422, Al-Bazzar dalam &#8220;Musnad&#8221;nya IV/138, Az-Zawaid, Ibnu Abi Ashim dalam &#8220;Al-Ahad wa Al-Matsani&#8221; 2458, dan lain-lain, dari Nahik bin Shuraim As-Sakuni, bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda. &#8220;Artinya : Musyrikin sampai akhirnya sisa-sisa (pasukan) kalian akan memerangi Dajjal di sekitar sungai di Urdun (Yordan), kalian di sebelah timurnya dan mereka di sebelah baratnya&#8221;. Perawinya berkata : Saya tidak tahu di bumi sebelah manakah Urdun (Yordan) pada waktu itu. Hadits ini sanadnya dha&#8217;if, di dalamnya terdapat Muhammad bin Aban Al-Qurasyi. Abu Dawud, Ibnu Ma&#8217;in, Al-Bukhari dan imam-imam lain mendha&#8217;ifkan (melemahkan)nya. Guru kami, &#8216;Allamah, Imam, lautan ilmu, Syaikh Abu Abdir Rahman Muhammad Nashiruddin Al-Albani -semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya- telah mengeluarkan hadits tersebut secara rinci dalam kitab karyanya yang mengagumkan : Silsilah Al-Hadits Adh-Dha&#8217;ifah III/460-461. Beliau menjelaskan kelemahan hadits itu, kemudian beliau Rahimahulah berkata : &#8220;Saya tulis hadits ini setelah banyak pertanyaan mengenainya, bertepatan dengan pendudukan bangsa Yahudi di tepi barat Yordania pada awal bulan Haziran (Juni) tahun 1967M. Semoga Allah menghinakan dan merendahkan mereka serta membersihkan negeri ini dari mereka dan dari pendukung-pendukungnya&#8221;. Saya (Syaikh Ali Hasan) berkata : Saya aminkan do&#8217;a beliau Rahimahullah di atas, sambil saya jelaskan bahwa sebab penulisan makalah ini adalah karena pembantaian, pengusiran serta perusakan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi semenjak kurang labih tiga bulan yang lalu (dihitung sejak majalah Al-Ashalah edisi ini terbit yaitu Syawal 1421H) terhadap saudara-saudara kita kaum Muslimin di Palestina yang terjajah. Hanya Allah-lah yang dapat memberikan pertolongan. Penutup dari Penerjemah Demikianlah, insya Allah jika kaum Muslimin telah kembali kepada agamanya secara sungguh-sungguh, maka saat itulah negara Yahudi akan lenyap dari permukaan bumi. Sebelumnya akan di awali dengan pertempuran habis-habisan seperti diterangkan dalam dua hadits shahih di atas. Kita senantiasa memohon taufiq dan pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla.  [Makalah ini diterjemahkan secara bebas oleh Ahmas Faiz Asifuddin dari majalah al-Ashalah edisi 30/Th.V/15 Syawal 1421H. Majalah As-Sunnah edisi 08/Tahun V/1422H/2001M hal. 21-22.]</p>
<p>Oleh Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahyonosetiawan.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahyonosetiawan.wordpress.com&amp;blog=3169279&amp;post=20&amp;subd=cahyonosetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahyonosetiawan.wordpress.com/2009/01/08/home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/86ec2554081b375867e1119d7ab4c646?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abdur Tahman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
